Showing posts with label rangkaian. Show all posts
Showing posts with label rangkaian. Show all posts

Rangkaian Knight Rider (lampu berjalan bolak-balik)

Rangkaian Knight Rider Hampir sama dengan rangkaian lampu berjalan, hanya saja lampu berjalan ini bolak-balik jalannya. Saat sampai diujung lampu menyala akan kembali ke posisi awal begitu seterusnya.

Dasar rangkaian knight rider ini pun sama dengan rangkaian lampu berjalan led. Hanya ada sedikit modifikasi pada bagian out put ic 4017 nya. Dimana outputnya ditambah dioda. Ini bertujuan agar bisa menggabung dua output dari ic. Misalnya  urutan ke-5 (bukan kaki no. 5 ya) Atau kaki ke satu ic 4017 dapat digabung dengan output ke -7 atau kaki ke -10. Lihat gambar maka output kaki no-10 di satukan dengan kaki no-5 setelah dioda. Ini akan menghasilkan led yang menyala setelah urutan keenam akan adalah led kelima.

Nah silahkan lihat rangkaian knight rider dibawah ini dan bandingkan dengan rangkaian lampu berjalan led. Semangat belajarnya ya..

Rangkaian lampu berjalan ( led )

Dibawah ini saya tampilkan rangkian lampu berjalan dengan led sebagai lampunya. Kecepatan lampu berjalan ini dapat diatur melalu resistor variabelnya. Rangkaian ini sangat mudah untuk dibuat dan komponennya mudah didapat dipasaran. Sangat cocok untuk praktek hobi atau pemula.

Perbedaan tegangan, Hambatan, arus dan Daya.

Masih banyak penghobi elektronika yang masih belum mengetahui maksud dari tegangan, hambatan, arus dan daya, juga bagaimana hubungan mereka?  apakah mereka berteman, nikah atau duda..  Hehehe.  lanjut..

Sering saya mendengar beberapa orang yang menggunakan istilah diatas dengan tidak tepat. Untuk itu sebelumnya saya paparkan dulu istilah yang sering dipakai dibawah ini :

-tegangan atau volt atau voltase, (satuannya volt dengan simbol V)
-hambatan atau resistor atau ohm atau R (Satuan dan simbol : ohm dan R)
-arus atau ampere (satuannya nih,  simbol Amp atau I)
-daya atau watt (ini satuannya, simbolnya W)

sebelum saya jelaskan satu persatu, mari kita lihat rumusan dibawah :

V = R x I

W = V x I

maka dari rumus dasar diatas sederhananya akan saya jelaskan satu persatu :

1.  tegangan

rumusnya

V = R x I

contoh, berapa tegangan yang mengalir pada sebuah led yang memiliki hambatan 165 ohm dan arus terukur 0,02 amp??

jawaban, 

V = R x I  = 165 x 0,02 = 3,3 V

2.  Resistor

rumusnya

R =  V / I

contoh, berapa nilai R pada led yang diberikan tegangan 3,3v dan arusnya 0,02 amp?
Jawaban, R = 3,3 / 0,02 = 165 Ohm

contoh lain, berapa nilai Resistor yang dibutuhkan pada sebuah led yang tertulis di tabel pabriknya memiliki tegangan kerja 3,3 Volt dan arus kerja 0,02 amp (20 mA) agar bisa menerima tegangan 12 volt ?

jawaban, pada soal seperti ini maka kita harus mengetahui dulu nilai R led tersebut. Pada contoh pertama nilai R led adalah 165 ohm.

Tujuan mencari nilai R led nya adalah untuk nanti ditambahkan dengan nilai resistor yang akan kita cari nilainya,  Sehingga jika tegangan yang diterima yaitu 12 volt diberikan maka arus yang mengalir adalah arus kerja led yaitu 0,02 amp.

Ok, maka beginilah rumunya :

R led + nilai resistor R = V / I

R led + R = 12 / 0,02

R led + R = 600

165 + R = 600

R = 600 - 165 = 435 ohm atau cari nilai terdekat yang tersedia . Misalnya 470 ohm.

3.  Arus atau ampere

rumusnya

I = V / R

contoh soal, berapakah arus yang mengalir pada sebuah led, jika diketahui tegangannya 3,3 volt dan R led adalah 165 ohm ??

jawabannya, langsung masukin ke rumus aja ya..

I = 3,3 / 165 = 0,02 Amp

4. Daya ata watt

rumusnya

W = I x V

contoh soal, berapakah daya sebuah led jika diketahui tegangannya 3,3 volt dan arusnya 0,02
A?

jawab, langsung rumus kawan.

W = 0,02 x 3,3 = 0,066 watt

bandingin tuh sama lampu kamar kita yang paling kecil aja 5watt !!! 
gak salah kalo led itu dikatakan hemat energi.

Semoga membatu.


Popular Posts